Venzo Brake Shoes

Lama tak menulis di blog tercinta ini. Sekarang saatnya kembali menulis lagi meskipun tulisan sederhana dan semoga padat guna.

Kali ini saya akan sedikit cerita tentang salah satu merek kampas rem (brake shoes) v-brake yang kebetulan baru saya beli beberapa hari lalu. Mereknya adalah Venzo, buatan Taiwan. Berikut keterangan singkatnya:

Spesifikasi:

  • Code: VZ-E08V-002
  • Model: V Brake Shoes
  • Material: Alloy/Rubber
  • Length: 72 mm
  • Spec: All Weather Compound

Satu set brake shoes ini harganya Rp55.000  atau sama dengan brake shoes Shimano non series. Bedanya adalah Venzo lebih panjang sedangkan Shimano ukuran standar.

Karakteristik compound (karet) cenderung lebih lunak jika saya bandingkan dengan brake shoes Tektro bawaan. Menurut saya, hal ini membuat lebih nyaman dalam pengereman karena akan lebih lembut sehingga roda tidak gampang terkunci atau ngepot,  ya meskipun bisa juga buat ngepot selain itu bersahabat dengan dinding velg (rims). Kelemahan compound lunak adalah mudah habis.
Cekungan dibuat membelah miring, mungkin dimaksudkan agar kotoran, debu atau air mudah terbuang saat melakukan pengereman jika dibandingkan cekungan tegak lurus.
Baut kunci L terbuat dari material alloy yang lebih keras dari bawaan Tektro selain itu penampilannya menarik karena berlapis krom.
Sesuatu yang kurang sreg adalah pewarnaan dan pencetakan merek yang tidak rapi. Agak gelepotan membuat produk ini kurang ‘mencuri’ perhatian bagi orang awam seperti saya. Jujur saja, awalnya nggak yakin tapi penasaran nyoba beli 1 set dulu untuk rem belakang, ya karena finishing kurang rapi itu.
Secara keseluruhan, produk ini cukup memuaskan bagi saya. Setidaknya kalau kata mbak yang jaga rental film, ‘bagi yang ingin coba keluar dari mainstream’, produk ini bisa jadi pilihan :mrgreen:

http://www.venzobike.com
Advertisements

Fitur Standar Cyclometer

CatEye Vectra Wireless

Jika di wikipedia cyclometer adalah suatu alat yang berhubungan dengan mesin enkripsi atau penyandian (enigma) dan menurut bang Wikipedia juga, alat yang dipasang pada sepeda berfungsi memberikan informasi perjalanan seperti pada panel dashoard mobil disebut Cyclocomputer.
Apapun istilahnya, artikel ini akan membahas mengenai Cyclometer versi sepeda (cyclocomputer). Berhubung nama pasarnya Cyclometer jadi saya akan menggunakan istilah tersebut disini.

Cyclometer terdiri minimal 2 komponen utama yaitu sensor bertugas merekam aktifitas (misalnya pada salah satu ruji/spoke dan penangkapnya pada salah satu sisi fork) dan komputer berfungsi memproses data yang dikirimkan dari sensor dan kemudian menampilkannya (terpasang pada handlebar).

Baiklah kalau beg beg beg begitu, berikut fitur standar sebuah cyclometer:

Current Speed: Menghitung kecepatan saat itu secara aktual (real time). mirip dengan speedometer.

Average Speed: Menghitung kecepatan rata-rata dalam periode tertentu. Biasanya fitur ini sangat dibutuhkan bagi pesepeda jarak jauh

Maximum Speed: Dapat mengetahui kecepatan maksimum.

Total Distance: Menhitung total jarak tempuh satu perjalanan atau akumulasi beberapa perjalanan. Bisa juga disebut Odometer Read the rest of this entry »

Ganti Rims

Setelah bertahan dengan rims yang bengkok karena menghantam lubang beberapa bulan lalu, akhirnya bisa juga beli rims baru dari tabungan yang terkumpul.
Saya memutuskan untuk membeli rims bermerek Alexrims tipe EN 24. Selain suka desainnya yang slim dan dilengkapi eyelet juga bobotnya yang ringan sekitar 450g. Jika saya bandingkan dengan rigida (Zac 2000), Araya atau Alexrims EN24 Disk, EN24 paling ringan. Walaupun ringan namun tetap kuat karena desain double wall (berdinding ganda) dan material yang diklaim mampu dipakai untuk Cross Country, All Mountain dan Marathon.
Menurut saya yang terpenting bisa buat V-brake dan memiliki spokes hole (lubang ruji-ruji) 36 buah. Meskipun bisa buat v-brake namun rims ini juga bisa buat Discbrake.

Read the rest of this entry »

Head Lamp Power Beam

Spesifikasi:
Panjang: 10 Cm
Diameter Kaca: 3 Cm
Warna: Silver
Lampu: LED, 5 buah
Material: Plastik
Mode Nyala: 2, Slow Blinking dan Continous
Tenaga: Batterai AAA 4 buah

Power Beam

Performa: 3/5
Secara keseluruhan performa lampu ini boleh dikatakan cukup. Sinar yang keluar dari 5 buah LED (Light Emiting Diode) cukup terang dan berwarna putih. Area fokus sinar lebih sempit jika dibandingkan produk lain (Cateye). Jangan marah kalau saya bandingkan dengan produk tersebut wkwkwkwkw :). Mode blinking juga berjalan dengan baik. Lampu tetap menyala walaupun terjadi guncangan.

Desain: 2/5
Dalam kategori ini, saya memasukkan topik bahan/material produk ini. Desain membulat berwarna silver dengan sakelar/switch berwarna hitam dari karet diatas dilengkapi bracket/dudukan untuk memasang di hadlebar. Bahan dari produk ini bisa dikatakan kurang baik karena pernah punya temen saya terjatuh yang tidak begitu tinggi namun pecah pada bagian rel untuk memasangkan di bracket. Tulisan merek juga mudah hilang. Bracket tidak pas atau terlalu besar pada handle bar Polygon X-Trada seri lama meskipun sudah disertai karet. Menurut keterangan pada kemasannya, lampu ini water proof atau anti air. Saya hanya pernah mengalami saat gerimis jika pada saat hujan lebat belum pernah. Menurut keterangan dari teman lagi, pernah ada yang punya namun dengan bentuk yang berbeda dicoba waktu hujan yang lebat dan hasilnya, lampu nyala teruuuuuus dan nggak mau dimatikan. Anda simpulkan sendiri. Read the rest of this entry »