Testimonial Manfaat Bersepeda

Berikut kompilasi testimoni manfaat bersepeda oleh pembaca blog pedalsepedaku yang berkomentar di 2 artikel paling hot yaitu https://pedalsepedaku.wordpress.com/2010/01/17/kisah-nyata-manfaat-bersepeda dan https://pedalsepedaku.wordpress.com/2009/09/15/manfaat-bersepeda-menurut-prof-frobose

hartantotjhia:
Setuju sekali , Bersepeda itu menyehatkan SAYA SUDAH MELAKUKaN KEGIATAN BERSEPEDA TIAP HARI , DAN MEMANG BETUL BADAN TERASA LEBIh SEKALIPUT BERAT BADAN BELUM BERKURANG

Bah Rully:
bersepeda…sehat dan menyehatkan

WINARSO HARUN:
wah…hebat2, semoga ini bener2 kisah nyata yang dapat dijadikan spirit bagi penggemar olahraga bersepeda…tapi kalo pun tidak..aku tidak terpengaruh karena aku sudah sejak 3 bulan lalu ber-Bike to Work dan merasakan sendiri kebugaran pada tubuhku…

mokhamad rusyanto:
betul….PEMDA n para pejabat harus sadar !dan mencontoh…!demi Indonesia Jaya…

puji:
setelah bersepeda sekitar 2 tahun saya malah kena penyakit… !!!
penyakit upgrade sepeda hiks….

gen:
bener banget olah raga adalah infestasi yang tak ternilai harga nya. semangat bro semua nya.

helena.wardhani:
sy juga penderita asma gan, dulu waktu kecil sampe SMA saya rutin lari dan renang, jd jarang kambuh..
tapi semenjak kuliah ud jarang lagi gan,alhasil skrg suka kambuh lagi :(

thanks y gan,
sy jd semangat olahraga lagi setelah baca kisah ayah agan :D

Kang Geni:
Trimakasih atas info-info sehatnya, nambah semangat saya. Usia saya 51, sudah hampir setahun rutin bersepeda, badan memang tambah bugar. Read the rest of this entry »

Siapa Yang Perlu Kita (Pesepeda) Lawan?

Gelombang bersepeda menurut pengamatan saya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Entah apa sebabnya lepas dari itu hal ini menggembirakan. Tetapi, dengan meningkatnya jumlah pesepeda itu, timbulah gesekan antar pengguna jalan. Ya, tidak dipungkiri lagi antara pengguna kendaraan bermotor (motoris) dengan pesepeda. Beberapa pihak memprotes atau melawan perampasan hak guna jalan dengan cara langsung di tempat atau mengadakan acara protes bersama tapi tak berkoordinasi dengan kepolisian, ada juga mencerca pendapat pesepeda lain dengan paham, ideologi, fanatisme atau semacamnya. Hal ini justru telah menimbulkan konflik horisontal antara pesepeda dengan motoris juga pesepeda dengan pesepeda lain.

Bukan berarti saya rela-rela saja hak guna jalan saya dirampas oknum motoris. Hampir setiap hari saya pakai sepeda dan selalu mengalami hal buruk itu. Lalu, jika saya melawan seketika, mungkin akan seperti saya utarakan tadi. Bisa saja kebetulan pas motorisnya preman saya digebuki mereka, selain babak belur, ini tidak akan efektif mengembalikan hak pesepeda, andai kata dimeja hijaukan kasusnya pun penganiayan bukan pelanggaran hak. Lantas, siapa yang perlu kita lawan? jawabnya adalah pemerintah, polisi dan pihak terkait masalah ini. Kata “lawan” di sini bukan berarti kita melakukan kudeta lho tapi memprotes agar penegakkan undang-undang benar-benar ditegakkan. Kalau tidak salah ada UU No.22 Tahun 2009 membahas tentang sepeda juga.
Jika UU yang ada benar-benar ditegakkan dan ada sanksi nyata maka pesepeda dan pejalan kaki tidak usah minta ruang, secara otomatis akan tercipta. Apalah arti ruang trotoar jika untuk jualan dan parkir, apalah arti ruang lajur sepeda jika untuk ngetem taksi dan lajur mendahului, apalah arti ruang tunggu sepeda jika untuk motor/mobil yang ngeblong. Tapi jika kita balik misalkan tak ada lajur sepeda dan ruang tunggu tapi penegakkan UU berjalan baik maka pasti akan terjadi “ruang-ruang” yang kita impikan. Jadi harus seimbang antara de jure dan de facto. Undang-undang sebagai de jure atau adanya hukum yang berlaku, lajur sepeda dan rambu-rambu sebagai de facto untuk mempertegas secara nyata hukum yang ada.

Ketika UU itu benar-benar ditegakkan, kita (pesepeda) juga harus konsekuen. Konsekuensinya ya kita juga harus menghormati pengguna jalan lain dan taat hukum seperti berada pada lajur kiri/lambat, menggunakan perlengkapan keamanan seperti lampu depan dan belakang, tidak boleh ditarik motor, tidak boleh berboncengan kecuali ada rack boncengan, pesepeda tuna rungu harus memakai tanda di depan dan belakangnya, lampu merah berhenti di belakang garis, menyeberang atau putar arah pada tempatnya dan masih banyak lagi agar pengguna jalan lain tidak merasa terganggu. Sudah siapkah kita seperti itu?

Bersepedalah dengan senang, santun dan simpatik 🙂

Perang Slogan Iklan Produsen Mobil VS Produsen Sepeda

Genderang perang ditabuh General Motor:

Iklan Produsen Mobil, General Motor

Giant pun menjawabnya:

Iklan Produsen Sepeda, Giant

General Motor (GM) pun telah menarik iklan tersebut karena banyak dikecam para pesepeda di Amerika. Menurut GM, iklan tersebut hanya sebuah joke dan tak ada maksud menyerang pihak manapun. Hadeh… :mrgreen:

Sumber:
http://urbanvelo.org/stop-pedaling-start-driving
http://latimesblogs.latimes.com/money_co/2011/10/gm-pulls-advertisment-that-offended-cyclists-.html

Bersepeda Bagai Bertahan Hidup

BICYCLE CLOWN BRIGADE "TICKETS" POLICE CAR(S) ILLEGALLY PARKED IN THE 2nd AVENUE BIKE LANE (ppolnews.com)

127 Hours, Cast Away, Resident Evil: After life, The Road merupakan jajaran film ber-genre survival yang menarik ditonton. Entah itu based on true strory atau fiksi. Film-film itu seakan mengajarkan pada kita bagaimana cara bertahan hidup ketika terdesak suatu kondisi. Ya, seperti halnya ketika kita bersepeda sehari-hari. Kita harus bertahan hidup dari ‘pemangsa’ jalanan. Mungkin agak lebay jika saya sebut pemangsa, tapi memang mirip. Di jalanan seolah kita membuat sebuah rantai makanan yaitu: pejalan kaki dan pesepeda dimangsa pengendara motor, pengendara motor dimangsa pengendara mobil, pengendara mobil dimangsa kendaraan yang lebih besar (misal; bus). Aksi saling srobot, saling pepet seolah manuver wajib disetiap harinya.

Sedikit cerita keseharian saya bersepeda;

Pagi hari mulai berangkat kerja ketika sampai di gapura komplek, sudah agak susah untuk keluar karena kendaraan bermotor melaju kencang padahal bukan jalan besar lho. Ketika masuk ke jalan utama, mode survival pun diaktifkan Smile. Dipepet bus kota atau taxi yang berlomba mendapatkan penumpang tanpa melihat kondisi sekitar. cari makan ya cari makan tapi gak usah nyikut orang yang berangkat cari makan juga bung!.
Sedang asik di lajur sepeda, ada mobil parkir disitu alhasil harus menghindar ke kanan, kalau yang dari belakang sigap sih aman saja tapi jika sedang lengah, srempetan tak terhindarkan. Agar tetap selamat, saya harus sangat lambat atau berhenti untuk memastikan aman untuk menghindar ke kanan.
Maksud hati tertib lalu lintas di lampu merah tepat di atas ruang tunggu sepeda, tapi ketika lampu berganti hijau bahkan belum, beberapa kendaraan ‘asik’ membunyikan klakson. Akselerasi sepeda tergantung kekuatan pengendaranya jadi wajar jika agak lambat. Lalu, apa gunanya ruang tunggu sepeda yang ada di setiap baris depan lampu pengatur lalu lintas?
Obstacle terakhir adalah menyeberang atau pindah lajur. Karena sepeda termasuk kendaraan lambat, jadi harus berjalan di sisi kiri padahal saya akan belok ke kanan jadi harus perlahan-lahan pindah lajur sisi kanan kemudian berbelok. terilahat mudah memang, tapi tidak. Kendaraan bermotor melesat kencang setelah lampu hijau menyala, ironisnya disitu ada zebra cross dan kawasan perbelanjaan, sekan tak kenal ampun untuk terus melaju menjadi yang terdepan. Maka, harus menunggu ada jeda atau belas kasihan dari motorist yang memberi kesempatan untuk menyeberang. Mungkin perlu dibuat zebra cross untuk pesepeda?
Akhirnya sampai kantor, tapi penderitaan belum berakhir. Parkir sepeda yang semula sudah baik malah ditata sangat berdempetan tak ada ruang bahkan saling disenderkan satu sama lain. Ya.. alih-alih hemat tempat untuk parkir motor. Hadeh… Annoyed
Sebenarnya tidak di kantor saja melainkan ketika berbelanja di toko atau pusat perbelanjaan lain, biasanya hal serupa terjadi. Apa mungkin tidak dikenakan biaya parkir? seandainya dipungut disamakan sepeda motor, saya juga rela kok. Asal perlakuannya sama baiknya.

Maka dari itu, kita harus pandai-pandai mencari celah untuk selamat sampai di tujuan karena rambu lalu-lintas adalah ornamen kota, sedangkan marka jalan adalah karya seni mural.

Jadi takut bersepeda? tidak, asal kita berhati-hati maka akan selamat. Semua sudah diatur yang di Atas.
Selamat bersepeda kawan Peace

Tak Perlu Mengajak Mereka Bersepeda

Perlukah kita mengajak teman kita yang belum bersepeda untuk mulai bersepeda? menurut saya tidak juga, dalam arti tidak secara langsung. Memiliki teman sesama pesepeda sungguh nikmat apalagi jumlahnya yang semakin banyak. Tapi, ada beberapa alasan kenapa saya tidak pernah mengajak bersepeda secara langsung kepada teman-teman saya? (kalau di blog lain lagi :mrgreen: ). padahal saya setiap hari menggunakan sepeda sebagai alat transportasi tempat tinggal ke kantor juga tempat lainnya.
Mengajak secara langsung atau secara frontal justru akan menimbulkan rasa antipati kepada anda. misalnya; “Ayo bersepeda, biar sehat dan go green” maka biasanya akan terlontar anggapan bahwa sok hidup sehat, sok peduli lingkungan, biar terlihat keren atau hanya karena lagi ngetrend saja. Ya, sering hal-hal seperti ini saya alami.
Saya menyiasatinya hanya dengan ekspresi wajah dan gerak tubuh saja. contohnya, setiap sampai di depan kantor, saya bunyikan bel sembari senyum ke pak Satpam atau teman kerja dan menyapa dengan semangat “Halo, selamat pagi pak!”. Bisa juga bergurau pura2 mau menabrak teman dari belakang dan ngepot (ini hanya utk teman akrab lho). Ada juga ketika waktu pulang biasanya ditanya, habis kerja mau kemana? saya jawab, “mau gowes dulu sebentar mumpung lagi cerah nih n lanjut berburu kuliner” atau “mau kumpul dan gowes bareng sama teman2 sepeda di bunderan”.
Ternyata, hal-hal seperti itu yang membuat mereka (teman belum bersepeda) tertarik untuk memulai bersepeda. Seakan-akan kita menunjukkan bahwa bersepeda itu membuat semangat dan bugar tiap hari.

Cara di atas tadi menurut pengalaman saya lebih efektif. Biasanya akan dimulai dengan pertanyaan kalo gowes dimana?, harga sepeda berapa ya?, aku pingin tapi gak ada teman? dll. saat itu lah kita baru mengucapkan “Ayo bersepeda aja dulu pakai sepeda seadanya, nanti aku temenin deh. Ya itung2 hilangin stress n syukur2 bisa nambah sehat”. Sekian.

Anda punya cara lain?

foto: http://wwbpa.org

Si Kulit Kuning Seharga $27,250

Sepeda fixed gear atau fixie ini di desain oleh seniman kreatif dan terkenal bernama Pharrell Williams bekerja sama dengan Domeau & Pérès. Mereka mendesain kemudian membangun frame dan fork sepeda dengan menggunakan bahan 4130 chromemoly seamless airplane grade steel tubing yang dikerjakan di Workshop Brooklyn Machine Works, New York. Dibutuhkan lebih dari 100 jam kerja untuk melapisi sepeda ini dengan kulit kerbau pilihan. Baik frame, fork dan jahitan kulitnya dilakukan secara manual atau istilah umumnya hand made.

Nama sepeda ini adalah The “Velo” Bike yang tersedia beberapa pilihan warna namun setiap warna hanya diproduksi satu buah. Hal ini menjadikan sepeda ini eksklusif dan unik. Satu buah sepeda ini dibanderol € 20,000 atau $27,250 jika dalam kurs Rupiah yaitu Rp245.250.000 (asumsi $1 = Rp9.000). Wow! harga yang terbilang fantastis. Bahkan, Lance Armstrong pun tergelitik hingga berkicau di akun twitternya. Sayangnya, tidak ada informasi parts yang digunakan pada sepeda ini. Read the rest of this entry »

Terbesit Ingin Sepeda Cruiser

Sepeda Cruiser atau Beach Cruiser merupakan sepeda dengan desain klasik yang telah diciptakan sekitar tahun 1940-an namun populer kembali tahun 1990-an. Deskripsi umumnya yaitu sebuah sepeda dengan ban balon (Ballon tires), single speed drivetrain, frame baja dan postur mengendarainya secara tegak.

Felt Cruiser

Menurut para penggemar sepeda custom, Cruiser adalah “orang tua” dari sepeda Low Rider. Perbedaan pokoknya adalah jarak frame dengan tanah. Cruiser lebih tinggi sedangkan Low Rider lebih rendah atau ceper. Seiring dengan perkembangan zaman dan kreatifitas penggemar Cruiser, gambaran umum di atas tadi seperti tidak dipakai lagi. Seperti, ban MTB offroad, ditambahkan Derailleur (non single speed), frame aluminum dan ada juga mengendarainya seperti MTB yaitu agak membungkuk. Tetapi, mereka masih mempertahankan desain lekukan frame yang khas ala Cruiser. Read the rest of this entry »