Serangan Fajar Pantai Depok


depok beach

Perahu Nelayan Pantai Depok Bersandar (Foto: jogjanesia.com)

Masih berempat sekawan seperti tulisan sebelumnya. Kali ini kami bersepeda melakukan serangan fajar ke Pantai Depok. Pantai Depok merupakan salah satu pantai yang berada di Yogyakarta terkenal dengan wisata kuliner sea food yang murah karena merupakan tempat tempat pelelangan ikan selain itu, turis juga bisa langsung membeli ikan ketika perahu nelayan kembali dari laut.

Ide untuk bersepeda bersama muncul pada hari sabtu pukul 22.00 yang mana kami berempat hanya mengandalkan pesan berantai melalui SMS. Saya sendiri waktu itu sedang gowes malam sendirian dan yang lain berada pada tempat yang berbeda. Setelah berunding diputuskan dengan tema jelajah pantai dan berangkat pukul 01.00 Minggu dini hari. Karena hujan cukup deras, akhirnya kami tertunda dan berangkat pukul 01.30 itu pun masih gerimis. Jelas saja tantangan utamanya adalah gelap dan suhu udara yang dingin apalagi ditambah gerimis. Tanpa menggunakan jas hujan atau rain coat, kami terus melakukan perjalanan.

Hujan semakin deras membuat kami terpaksa berhenti sejenak di emperan toko yang belum buka. Tapi, jika menunggu terang akan terlambat misi kami yaitu melihat sunrise maka diputuskan untuk menerjang hujan. Suhu yang sangat dingin ditambah kecepatan yang lumayan ngebut membuat kami lapar sehingga diputuskan untuk berhenti di angkringan dekat perempatan. Nasi kucing beberapa bungkus, gorengan dan minuman hangat cukup membekali kami melanjutkan perjalanan.

Kumandang Adzan terdengar, kebetulan ada SPBU Parangtritis yang memiliki fasilitas komplit dan prima. Kami berhenti untuk buang air kecil, air besar dan yang terakhir beribadah sholat Subuh kecuali Pak Bun beragama nasrani siaga menjaga tas dan sepeda kami. Setelah semua selesai, kami lanjut perjalanan lagi dengan cuaca masih gerimis. Akhirnya kami sampai di Pantai Depok pukul 05.00 dan langsung memarkir sepeda di gubuk tepi pantai yang kosong kemudian bergegas ke tepian pantai berharap melihat matahari terbit di garis cakrawala.

Sial bagi kami karena mendung menutupi matahari bahkan sempat hujan membuat kami menjauh dari tepi pantai untuk berteduh. Kesialan kami tak lama karena hujan mulai reda dan disuguhi “pertunjukan” para nelayan-nelayan tangguh melawan ombak dengan perahu motor ringan. Disitu bisa dilihat bagaimana seorang nelayan mempersiapkan perahu hingga benar-benar melaut. Semua wisatawan seolah tak mau menyia-nyiakan “pertunjukkan” ini meskipun bagi para nelayan, ini adalah usaha untuk menyambung hidup dan mensejahterakan keluarganya dengan memanfaatkan kekayaan alam laut Indonesia. Dengan keyakinan yang tinggi dan keberanian, satu perahu diawaki 2 crew, satu sebagai motoris perahu dan yang satunya sepertinya menyemibangkan perahu bagian depan dan sesekali menguras air yang masuk ke perahu dengan gayung.

Percuma saja ke Pantai Depok jika tak makan kuliner sea food. Maka dari itu kami memutuskan untuk makan di salah satu warung makan sea food disitu. Karena cuma mau makan ikan Cakalan 1 Kg (5 ekor) saja, maka kami enggan untuk beli ikan di pasarnya yang tak jauh dari situ. Kebanyakan memang membeli ikan di pasar dulu kemudian dibawa ke warung untuk dimasakkan. Cakalan goreng, Ca kangkung, nasi hangat dan teh hangat membuat sarapan paling istimewa beberapa bulan ini.

Ke pantai tak bermain air? tentu saja tidak. Kami sempatkan bermain air layaknya anak kecil dengan berbaris sejajar dan menunggu ombak kemudian siapa yang mundur sejengkal pun dianggap kalah. Basah juga akhirnya padahal tak membawa pakaian cadangan. Pulang dengan pakaian basah pukul 10.00.

Perjalanan pulang lebih berat karena sudah siang, matahari bersinar terik kemudian jalan pulang yang cenderung menanjak juga lalu lintas sudah mulai ramai. Dengan sedikit agak memaksa, akhirnya sampai Bantul kota pukul 12.30. Lumayan cepat bagi kami. Kelelahan terobati setelah kami singgah di sup buah Krapyak. buah segar, kuah manis dan kremesan es kembali menyegarkan untuk melanjutkan ke rumah masing-masing. Total jarak tempuh sekitar 50-60 Km.

Sekian.

Dokumentasi Sederhana

2 Responses to “Serangan Fajar Pantai Depok”

  1. eko susanto Says:

    wuih mantap rutenya…kalo dari rumahku ke depok 1/2 jam dah sampe… mau gabung tp kok jam 01 dah berangkat… itu masih di pos ronda je saya…

    • pedalsepedaku Says:

      tau gitu mampir pos ronda jenengan dulu hehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: