Nyepeda ke Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta


Sebelum dimulai cerita perjalanan ke Candi Ijo, kita simak dulu penjelasannya dari kang Wiki;

Candi Ijo adalah candi Hindu yang berada tidak jauh dari Candi Ratu Boko atau kita-kira 18 km di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini dibangun pada abad ke-9 pada saat zaman Kerajaan Mataram Kuno, dan terletak pada ketinggian 410 meter di atas permukaan laut (bukit tertinggi di wilayah Prambanan). Karena berada di atas bukit yang disebut Gumuk Ijo, maka pemandangan di sekitar candi sangat indah, terutama kalau melihat ke arah barat akan terlihat wilayah persawahan dan Bandara Adisucipto.

Candi ini merupakan kompleks 17 buah bangunan yang berada pada sebelas teras berundak. Pada bagian pintu masuk terdapat ukiran kala makara, berupa mulut raksasa (kala) yang berbadan naga (makara), seperti yang nampak pada pintu masuk Candi Borobudur. Dalam kompleks candi ini terdapat tiga candi perwara yang menunjukkan penghormatan masyarakat Hindu kepada Trimurti: Brahma, Wisnu, dan Syiwa.

DSC04724

Candi Ijo

Nyepeda (bersepeda) dimulai dari kota Yogyakarta bersama tiga teman saya sehingga hanya kami berempat (2 laki-laki, 2 perempuan) langsung tancap ke daerah timur Yogyakarta itu. Perjalanan sangat menyenangkan karena masih pagi dan pemandangan di sepanjang perjalanan sangat menyejukkan badan dan jiwa juga senyum dan sapa ramah dari penduduk desa yang kami lalui.

Sebelum ke Candi Ijo kami ke Candi Abang. Karena candi Abang telah ditumbuhi rerumputan yang tebal sehingga berbentuk seperti bukit/gundukan, hmmm gak pake lama langsung narsis diatas Candi! mungkin ini satu-satunya candi yang pernah aku berdiri tepat diatasnya.

DSC02380

Candi Abang (gundukan rumput di belakang)

Setelah puas narsisnya, kami melanjutkan perjalanan ke Candi Ijo. Kami sengaja memilih medan agak off-road atau track  XC ringan biar nggak jenuh dan tambah seru bahkan saya harus mengangkat sepeda saya karena sepeda saya bukan untuk track seperti itu.

DSC04592

Panorama di sekitar Candi Abang

DSC04649

Mencoba Track XC

Penyiksaan pun dimulai…

Jalan menuju candi Ijo sangat menanjak mungkin hingga vertikal (maaf jika agak lebay) membuat kami berempat ngos-ngosan. tiap 5-7 meter kami berhenti untuk bernapas. Sempat agak putus asa tapi itu hanya kata-kata milik pecundang hahaha. Kami terus menggenjot sepeda dan pada akhirnya kami tak sanggup menaiki sepeda lagi sehingga harus dituntun.

DSC04682

Istirahat sejenak perjalanan ke Candi Ijo (jalan menanjak)

Hal yang paling menarik adalah kami menjadi bahan tontonan warga desa setempat dan ada beberapa orang berteriak “Ayo nonton wong ngepit!” (ayo nonton orang bersepeda!). Bagi mereka aneh juga karena sepeda kok ke Candi Ijo, kebanyakan kendaraan bermotor. Satu lagi, sepanjang perjalanan kami dapat fasilitas Tour Guide gratis! lucunya, guide tadi orang yang kurang sehat jiwanya😀. tapi nggak apa2 lah lagipula dia nggak mengamuk/mengganggu kami bahkan kami asik berbincang dengan dia. jangan2 kami juga kurang sehat wkwkwkwkw

DSC02404

Komplek inti Candi Ijo

Wuiiiiiiih, sampai juga! ternyata tidak sia-sia kami ke Candi Ijo. Komplek candi yang masih di renovasi ini sangat indah dan hanya beberapa orang yg berkunjung, beberapa candi inti masih berdiri kokoh dan yang lainya rusak ringan hingga berat. Pemandangan sekitar candi ini luar biasa elok. Kami mencoba berkeliling dari sudut ke sudut komplek Candi dan puas menikmatinya.

Setelah tenaga terkumpul kembali, kami beranjak pulang dan ini juga gak kalah seru! jalan aspal halus yang turun menukik dan berkelok-kelok membuat kami meluncur kencang tanpa hambatan hingga mata berair karena terpaan angin. Naiknya berjam-jam sedangkan turunnya hanya 15 menit fwiuuh…

yah, begitulah cerita di Candi yang letaknya tertinggi di Jogja ini dengan menggunakan sepeda. Entah kapan lagi saya bisa kembali kesana.

DSC04734p

Panorama di sekitar Candi Ijo

DSC04739

Komplek sekeliling Candi Ijo yang masih rusak

Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Ijo
http://id.wikipedia.org/wiki/Candi_Abang

One Response to “Nyepeda ke Candi Ijo, Candi yang Letaknya Tertinggi di Yogyakarta”

  1. Bambang Setyanto Says:

    Om dan Tante perkenalkan saya Bambang Setyanto tinggal di Jogja, usia 53 th, pesepeda (agak tua) yg juga senang turing jarak pendek/sedang. Saya sering turing dengan bbrp rekan, yang paling tua usia 67 th, pernah sampai Bali dari Jogja – Banyuwangi loading dg kereta api. Bbrp rute yg menarik untuk dicoba (kl blm pernah aja). Pantai Baron (63 km), Pantai Sadeng (92 km), Pantai Karangbolong (123 km), Suroloyo bukit menoreh (46 km), Samigaluh – Goa Kiskendo – Waduk Sermo – Wates ( ? km), Ketep terus ke Selo(62 km), Jumprit Temanggung (91 km), Kopeng lwt Secang-Grabag-Kopeng (75 km), Candi Gedongsongo lwt Wonokerso – Sumowono (92 km). Kalau yang agak jauh ke Dieng, th 2008 kami 17 orang pesepeda menginap di rumah penduduk sebelum pertigaan Kreo, Tambi. Ke Bleduk Kuwu (140 km) pulangnya lwt Tangen. Mudah-mudahan informasi tadi menambah semangat Om dan Tante untuk melakukan turing dengan sepeda. Kalau ingin kenal lbh dekat dengan saya, no hp: 0812 295 3412. Siapa tahu nanti bisa tur bersama,


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: