Musim Kampanye Parpol


Di awal tahun ini banyak sekali berbagai kampanye baik kampanye dalam bidang medis, lingkungan hidup, ekonomi, seni dan tidak kalah serunya kampanye yang dilakukan oleh partai politik yang sebentar lagi Pemilu dimulai pada tanggal 9 April 2009.

Tidak mau tersisih dalam pertarungan di panggung politik, mereka (parpol) gencar sekali melakukan kampanye untuk memperoleh dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat maka tidak dipungkiri ada beberapa partai mengerdahkan massa sebanyak-banyaknya sehingga memiliki daya tarik tersendiri. Tetapi sayang sekali kebanyakan kampanye dilakukan arak-arakan atau konvoi kendaraan bermotor. Selain menimbulkan kemacetan lalulintas, polusi yang dihasilkan juga sangat banyak baik udara maupun suara dan yang tidak kalah penting lagi memboroskan behan bakar minyak (BBM). Motor yang dikendarai sangat perlahan berikut memain-mainkan gas atau istilahnya gaulnya geber-geber/nggleyer akan lebih boros BBM jika dibandingkan dipakai secara normal. Lalu, berapa puluh atau bahkan ratusan liter pemborosannya? Saya tidak tahu🙂

Alangkah bagusnya jika arak-arakkan dilakukan dengan cara sepeda santai atau jalan sehat bersama, toh nantinya juga sama saja yaitu berkumpul disuatu tempat dan menikmati live music berikut orasi dari juru kampanye parpol yang bersangkutan.

Terus, apakah bersepeda atau jalan kaki bersama tidak menimbulkan kemacetan? Jawabannya, iya. Memang tetap menimbulkan kemacetan namun ada banyak sisi positifnya yaitu bebas polusi, hemat energi, hemat biaya dan mengajak masyarakat mencintai lingkungan dan bergaya hidup sehat.

Saya membaca harian Seputar Indonesia, disitu diberitakan pada tanggal 29 Maret 2009 komunitas onthel Surakarta melakukan kampanye pemilu (bukan parpol) dengan cara bersepeda bersama dan sepedanya dihiasi mengenai ajakan untuk menjalankan pemilu damai serta mensukseskan pemilu yang sudah dekat. Berati sepeda bukan lagi hanya untuk berkampanye mengenai lingkungan hidup dan kesehatan saja. Menurut saya hal tersebut sangat positif namun yang dikhatirkan sepeda menjadi “kendaraan politik” bagi pihak tertentu.
Bagaimana jadinya ya, jika hal tersebut terjadi?

5 Responses to “Musim Kampanye Parpol”

  1. cipzto Says:

    ikut kampanye partai apa mbah?😀

  2. cipzto Says:

    mbah djoyo dapet award

    http://sucipto.web.id/fabulous-blog-award/

  3. pedalsepedaku Says:

    wah aku gak pernah ikut kampanye parpol, bang😉

    thx award-nya

  4. attena Says:

    Weh emg ada kug partai yg kampanye pke sepeda. Hr mggu yg lalu ak liat dr boyolali menuju ke solo, smua pke sepeda + atribut kampanye trmsk bendera parpolx..
    dj ga kampanye tp mw jd kamra, lumayan dpt byran.. :d

  5. pedalsepedaku Says:

    Wah bagus dong att. sip buat parpol itu😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: