Serangan Oemoem Sepeda 1 Maret

Jogja Kembali Bersepeda

Bersama Pak Walikota, Atlet Nasional dan Komunitas Sepeda Yogyakarta

Minggu, 1 Maret 2009 pukul 06.30 WIB
Start : Penjuru Utara : Lapangan Parkir Monjali
Penjuru Barat : Lapangan Demakijo
Penjuru Selatan : Parkir Piramid
Penjuru Timur: Lapangan Parkir   Jogja Expo Center (JEC)
Finish : Titik nol Kilometer (depan kantor pos besar)

Semua pakai sepeda masing-masing

PENTING : TIDAK DIPERKENANKAN MENGGUNAKAN ATRIBUT KAMPANYE PARTAI DAN CALEG

Advertisements

Face 2 Face

Bukan acara talkshow melainkan sekedar keisengan belaka. Mumpung ngumpul sama teman-teman dan kebetulan si tuan rumah punya kamera digital, langsung saja jeprat-jepret.

Pose terakhir adalah sepeda saya dihadapkan dengan sepeda motor Honda C70 milik teman saya ras arab. Dengan sedikit otak-atik pakai photoscape maka inilah hasilnya…

modifan

Sama-sama jadul, sama-sama besi, sama-sama harga murah dan sama-sama tangguhnya. Perbedaan yang paling membedakan adalah asalnya. C70 buatan jepang sedangngkan MG30 (Federal) buatan Indonesia namun nama distributor/pabriknya hampir sama yaitu ASTRA. Tetapi apakah Astra yang memproduksi Federal ada hubungannya dengan Astra Honda Motor (AHM)? Wah kurang tau ya. Yang pasti pabrik itu sudah tutup.

Nge-blog Itu Bingung…

Yah, begitulah ungkapan perasaan saya selama nulis di blog tercinta ini. Bingung mau nulis apa? Jika sudah ada topik, bingung bagaimana cara menulisnya?.
Kebanyakan dari blog ini adalah opini saya dan semoga anda tidak merasa bosan atau silakan mengritik dan memberi saran. Saya akan merasa sangat senang. Tidak perlu adsense atau sponsor yang penting banyak yang datang membaca tulisan dan memberikan komentar yang relevan akan membuat saya semakin semangat untuk mencari ide di tulisan berikutnya.
Bingung yang satunya lagi adalah bagaimana cara menulisnya. Bahasa yang saya pakai bahasa ngawur, kadang formal, kadang informal dan kadang bahasa jawa hadeh hadeh. Kemudian jika ingin menulis diikuti foto atau gambar maka akan bertambah bingung soalnya saya tidak punya kamera digital sehingga jika mau foto harus ke rumah teman untuk di potretkan. Oh ya satu lagi karena saya tidak punya koneksi internet pribadi, postingnya jadi tidak teratur belum lagi jika koneksinya lambat sehingga mengatur layout juga terhambat.

Mesti anda bingung baca tulisan ini. Judulnya aja bingung dan saya waktu nulis ini juga lagi bingung makanya saya ajak anda bingung bersama 😦

Sepeda Triatlhon

Sebelum membahas sepedanya, maka dibahas apa itu Triathlon dulu. Berikut penjelasannya:

Triathlon adalah olahraga uji ketahanan fisik yang luar biasa terdiri dari tiga macam cabang olahraga yaitu renang, sepeda dan lari (marathon) dengan beragam jarak tempuh. Seorang Atlet harus menyelesaikan semuanya secara kontinyu per stage sehingga atlet yang memiliki mental, fisik dan kecerdikan luar biasa akan berpeluang besar menjuarai olahraga ini maka dari itu pemenang olah raga ini dijuluki Ironman.

Selanjutnya saya akan membahas sedikit mengenai bagian sepeda saja.

Jarak tempuh bagian bersepeda untuk Full Triathlon 180 km sedangkan Olimpics Triathlon 40 km saja. Dalam bagian bersepeda, seorang atlet tidak boleh melakukan drafting yaitu berada di belakang/membuntuti pembalab lain agar lebih ringan karena aturannya adalah individual time trial sehingga dihitung berdasarkan waktu tempuh per individu.

Sepeda Triahlon disainnya telah dioptimalkan untuk aerodinamika, memiliki handle bar khusus yang biasa disebut “aero bars” atau “tri bars”, roda aerodinamis, dan komponen-komponen lain yang juga memperhatikan aerodinamika. Sepeda Triathlon memiliki geometri khusus, sudut seat tube yang tinggi sebagai kebutuhan aerodinamika dan meregangkan otot-otot kaki untuk bagian berlari selain itu pada saat mendekati garis akhir, atlet menaikkan irama mengayuhnya yang berguna untuk menjaga otot agar tetap longgar dan flexible jadi pada saat bagian berlari, otot-otot sudah terkondisikan atau tidak perlu pemanasan khusus lagi. Read the rest of this entry »

Jika Sepeda Berubah Fungsi

Fungsi sepeda pada tentunya adalah sebagai alat transportasi tetapi seiring dengan perkembangan zaman, alat transportasi yang tergolong tradisional ini bertambah atau bahkan berubah fungsi. Tidak hanya sebagai alat transportasi saja namun sebagai salah satu alat olah raga, pendongkrak prestise/gengsi seseorang, pemikat perhatian orang lain dengan trik-trik sepeda, dan lain sebagainya. Hal tersebut masih dalam batas wajar dan cenderung positif tapi bagaimana jika digunakan alat pembunuh mematikan seperti kejadian di Pakistan? Heh, inilah ulah Al-Qaeda yang memanfaatkan sepeda untuk mengangkut bom dan diledakkan tepat pada sekelompok Polisi Pakistan sehingga mengakibatkan 5 polisi tewas.

Siapa sangka bukan? Karena selama ini kebanyakan bom diangkut kendaraan bermotor khususnya mobil namun metode seperti ini memakan banyak biaya dan mudah diantisipasi pihak keamanan. Perubahan fungsi ini sangat drastis dan tidak disangka. Memang hal seperti ini bukan hal yang luar biasa karena si sepeda hanya mengangkut bom saja bukan “membunuh” secara langsung tetapi ini jawaban jika alat transportasi modern sudah tidak bisa diandalkan lagi dan kembali ke alat transportasi tradisional. Dalam hal tersebut jangan hubungkan dengan terorisme namun coba anda hubungkan dengan kesehatan dan lingkungan hidup.

bikebom

Saya sangat tidak setuju dengan tindakan para pelaku bom sepeda tersebut. Bagaimanapun juga “Bike For Peace” dan semoga teori salah satu filsafat Yunani tidak benar yaitu Orang Yang Melihat Perdamaian Adalah Orang Yang Mati Dalam Peperangan. Amien