Offroad Pertamaku


Sebenarnya acara ini sudah lama yaitu pada tanggal 25 Desember 2008, libur Natal. Tujuan offroad ke Pakem, Kaliurang Yogyakarta.

Start dari perempatan Monjali Ring Road Utara. Pada saat menuju Monjali dari rumah sudah hujan lebat tapi tetap semangat menuju ke Extraction Point. Setelah sampai dan semua berkumpul total peserta 13 orang dan parahnya lagi pada waktu mulai berangkat naik ke Pakem hujan malah semakin deras dan tetap semangat walaupun tanpa jas hujan pokoknya tetap berangkat dengan berbasah-basahan. Oh ya, karena saya tidak punya sepeda dengan kemampuan offroad maka saya pinjam sepeda teman saya bernama Hoho berupa sepeda Polygon Axion Full Suspension.

Setelah mencapai dekat kampus UII MIPA, jalan yang dipilih mulai offroad, ada jalan setapak dari tanah langsung wuz wuz wuz dihajar bersama-sama padahal ada jalan aspal yang cukup bagus lho. Ya gini deh kalo mau offroad harus berpikir kurang kerjaan. Perjalanan diteruskan ke atas dan cuaca masih hujan. Istirahat pertama di sebuah warung soto namun juga menjual jajanan pasar. Disitu ternyata warung tempat peristirahatan para pesepeda yang hendak naik atau turun dari Kaliurang. Disitu juga bertemu 3 orang pesepeda dengan sepeda yang bagus lengkap dengan shin guard, gloves pokoke komplit. Mereka berkata kalau mau offroad sekarang susah dan sebaiknya jangan karena hujan, tanah licin dan tidak stabil atau kemungkinan tanah amblas. Tetapi tekad kami sekeras frame sepedaku! Lanjuuuut!

Tidak lama dari warung itu sudah mulai offroad lagi. Ada turunan, tanjakan, tikungan terjal dan yang paling mengasikkan adalah turunan kemudian melewati sungai dan biasanya sering ada yang terjatuh di sungainya itu. Alhamdulillah aku tidak terjatuh. Selain itu ada gundukan-gundukan tanah yang sering kami gunakan untuk jumping tapi saya tidak begitu berani extreme karena sepeda pinjeman gitu lho. Halah alesan.

Ada yang bilang offroad ini termasuk XC atau Cross Country yah terserahlah tapi lebih tepatnya Cross Village.

Sempat beberapa kali kami harus mengangkat sepeda untuk melalui sebuah rintangan. Misalnya melalui sungai yang turunannya curam sekali dan menuntun sepeda menaiki bantalan sungai itu, melawati ladang orang di tengah hutan karena ban pacul kami bisa merusak tanah ladang itu, dan tanjakan tanah sehingga sepeda harus ditarik dari atas.

Bahkan kami sempat tersesat karena medan benar-benar asing bagi kami dan berada di pelosok. Dengan bermodal kompas kami mulai mengikuti arah kota Jogja. Setelah menemukan jalan aspal yang bagus berati sudah ada jalan yang mengakses ke kota dan ternyata kami sudah mencapai Kalasan, lanjut terus hingga sampai kota Jogja. Pada saat masuk kota, semua mata orang-orang tertuju pada rombongan kami karena melihat segerombolan “Swamp Thing”, jelas saja lha wong semua baju, tas, sepeda, badan hingga muka penuh dengan lumpur.

Menurut Odometer, jarak tempuh sekitar 50 Km.

Rasa lelah bercampur kegembiraan bersama rekan-rekan pesepeda dan saya sebagai debutan offroad merasa ini pengalaman luar biasa sayangya kami tidak membawa kamera untuk mengabadikannya.

Jika anda mau mengajak saya offroad, saya siap! Dengan catatan saya dipinjami sepeda untuk offroad xixixixixixi🙂

5 Responses to “Offroad Pertamaku”

  1. cipzto Says:

    Sampe di kota malu nggak??🙂

    trus yg nyebelin: sepedanya, kampungnya, tanjakan n turunannya, hujannya apa kurang kerjaannya???🙂

  2. pedalsepedaku Says:

    Nggak malu mas soalnya banyak temennya hehe

    yang nyebelin waktu lewat “Mine Field” alias ranjau t*i Kebo

  3. attena Says:

    Wuiiiihhh…. Pengen ngerasain offroad jg😦

  4. im@m Says:

    Hi, salam kenal…
    kelihatannya asik banget ya…, bisa kasih tahu track itu lebih detil gak? tx

    • pedalsepedaku Says:

      Hi, salam kenal juga

      Wah susah kalo dicritain mas soalnya saya nurut track masternya aja. lagi pula ini “blusukan ” tanpa ancer2 tidak tentu arah bahkan seperti yg diceritakan diatas, kami sempat beberapa kali bingung mau ke arah mana dan hanya bernavigasikan kompas. asal mas naik ke arah kaliurang saja nanti kalo ada jalan sawah, kebun, hutan langsung masuk saja nggak usah takut tersesat soalnya nanti bisa tny penduduk sekitar atau kalo kebetulan bisa ketemu pesepeda lain juga.

      selamat gowes😉


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: