Panic Braking!


Sebelumnya, ini bukanlah tips, trik, pengetahuan teknis melainkan hanya cerita pengalaman saya dan sekaligus kebiasaan buruk saya.

Panic Braking atau bisa diterjemahkan melakukan pengeraman dengan kondisi panik. Hal seperti ini sering saya alami karena saya termasuk orang yang gampang kaget. Bisa jadi kebiasaan seperti ini termasuk latah tapi tidak parah.

Saya pernah celaka karena panic braking namun pada saat itu menggunakan sepeda motor ke luar kota. Waktu di belakang sebuah mobil jeep dengan kecepatan sedang, kemudian jeep itu menyalip sebuah truk tronton yang besar dan saya pun melakukan “slip stream” alias membuntuti jeep tadi dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba jeep itu mengerem mendadak karena sudah tidak ada ruangan untuk masuk ke jalur lagi dan ciiiiiiiit sreeeetzzz gubraaak! Itu suara motor saya yang melakukan hard braking tapi tidak teratur sehingga ban depan selip kemudian terjatuh, Alhamdulillah hanya sekitar 2 meter di belakang saya truk yang saya salip tadi melakukan Great Braking!.

Pada saat menggunakan sepeda juga sering panic braking tapi kejadian yang terakhir malah bikin geli sendiri. Begini ceritanya:

Waktu menunjukkan pukul 23.00, perut keroncongan. Tidak berpikir lama lagi, sepeda dikeluarkan dari garasi, headlamp-taillamp dinyalakan meskipun jaraknya cuma 300 M tetep safety first dan warung nasi goreng pun jadi target utama. Setelah berhasil membeli sebungkus nasgor, maka segera pulang untuk menyantap sambil menonton TV.

Bungkusan nasi saya pegang di tangan kiri dan sedikit dicantolkan di handgrip. Karena lapar, saya gowes dengan kecepatan tinggi namun pas nyampe rumah, ada pesepeda yang berputar arah tanpa ini-itu atau tanda sama sekali, langsung nggleeeyoor gitu aja dan saya tepat di belakangnya akan menyalip orang itu. Mak settt! Bak seorang freestyler melakukan trick “stoppie”/roda belakang mengangkat lumayan tinggi sampe perut saya hampir meyentuh stem karena kaki kiri mencoba menggapai tanah sehingga sepeda tidak stabil dan sadel berputar hingga 100o padahal udah di klem kuat lho. Bisa dibilang hampir jatuh juga sih.

Salah satu faktor kenapa saya stopie adalah fork depan saya menggunakan jenis rigid atau tanpa suspensi. Jika fork depan menggunakan suspensi maka yang terjadi tekanan di depan akan diredam oleh spring sehingga kejadian roda belakang mengangkat akan bisa dikurangi dalam kasus ini. Sedangkan di industri otomotif terutama mobil menerapkan fitur ABS (Anti-Locked Braking System) yaitu sistem pengeraman yang tidak mengunci roda sehingga masih bisa bergerak sedikit gunanya untuk memberikan peluang pengemudi untuk melakukan manuver keselamatan.

Lanjut!

Orang tadi minta maaf tapi sambil ngacir, saya mengacuhkan perminta maafan dia bukannya sombong tapi karena masih shock dag dig dug. Namun yang membuat saya lega, tangan kiriku masih menggenggam bungkusan nasgor tadi karena tidak disadari saya juga mempertahankan bungkusan nasgor agar tidak jatuh hadeh hadeh🙂. kalo dipikir-pikir saya masih bisa melakukan manuver ke kiri tapi karena kaget dan panik lebih memilih hard brake depan aja.

Hal yang membuat saya ketawa sendiri yaitu waktu stopie tadi seharusnya nggak bawa bungkusan nasi soalnya kalo ada yang nyuting video awalnya wuih keren freestyler eh tapi kok bawa “sego wungkus” halah jadi nggak ada keren-kerennya sama sekali dan lagian emang ada freestyler gagal stoppie karena mempertahankan nasi goreng? Aeng aeng wae

One Response to “Panic Braking!”

  1. cipzto Says:

    hehehe… bagian akhirnya lucu, om dj bisa ngelawak juga ya..🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: