Premium Rp4.500 VS Sepeda


Tanggal 14 Januari 2009 saat malam hari, hampir semua televisi yang menyiarkan berita nasional mengumumkan bahwa akan terjadi penurunan harga BBM khususnya Solar dan Premium menjadi Rp 4.500 pada jam 24.00 WIB. Kebetulan tidak bisa tidur awal dan nulis ini dulu sebagai pengantar tidur sekaligus kekhawatiran yang muncul pada diri saya. Wah sok jadi pengamat nih.

Saat ini saya bersama petani dan pedagang Indonesia eh maap maap dengan Bike2Work maksudnya, beberapa kali melakukan kampanye mengenai penghematan energi BBM, Clean Air, Go Green dan lain sebagainya. Saat ini juga tantangan pun bertambah lagi karena harga BBM khususnya jenis Premium semakin murah kemudian dihadapkan dengan budaya masyarakat yang masih bisa dibilang konsumtif terhadap enegi fosil ini.

Dahulu saya waktu melakukan penyebaran penyakit “BS” alias Bicycle Disease (wabah sepeda) kepada teman-teman sepermainan saya dengan mengangkat isu penghematan uang bulanan. Jika saya mengangkat isu tentang kesehatan mereka kurang tersentuh ya maklum masih muda sehingga masih kuat menahan penyakit tapi seberapa lama ya?. Pada saat penyebaran itu ada beberapa yang tertarik karena waktu itu premium mencapai Rp6.000/liter nya. Sekarang saya akan merasa kepayahan untuk melakukan ajakan bersepeda lagi apalagi ada statement dari beberapa pengamat ekonomi dan perminyakkan bahwa harga BBM di Indonesia saat ini masih di atas harga keekonomian dan satu lagi, harga sepeda dan parts sepeda malah naik.

Saya setuju jika premium tanpa subsidi dan disesuaikan dengan harga pasar dan mulai disubsidi jika harga pasar tidak mungkin lagi terjangkau masyarakat misalnya sampai harga Rp7.000/liter dan subsidi lebih di konsentrasikan pada Solar karena konsumen kebanyakan adalah angkutan umum, nelayan dan alat-alat pertanian. Ini cuma pendapat saya dan menyetujui ide pemerintah tersebut. Weeitsz! Ini tidak ada muatan politiknya sama sekali lho…

Saya bukannya anti kendaraan bermotor, sebenarnya saya juga punya sepeda motor dan saya juga masih memakainya namun saya mengurangi penggunaannya. Balik lagi saya katakan, silakan menggunakan bermotor namun kurangilah frekuensi pemakainnya.

Kata terakhir untuk menutup artikel ini adalah, bersepeda adalah pilihan dan mungkin saat ini anda masih bisa memilih. Kalo boleh mengutip salah sau jargon iklan produk di televisi “The Choice is Yours” ada benarnya juga

4 Responses to “Premium Rp4.500 VS Sepeda”

  1. bocahmiring Says:

    setujuu! seharusnya yang banyak disubsidi itu solar dan minyak tanah. memang negara yang aneh… malah pengguna premium dimanjakan… hayo cobak, yang pada naek motor ato mobil, berani ndak beli pertamax non subsidi???

  2. cipzto Says:

    ane pilih premium aja, coz premium tu kebutuhan pokok ane om djoy😀

  3. pedalsepedaku Says:

    @bocahmiring
    Yok i banget bos!

    @cipzto
    Gak apa2 kalo itu memang pilihan bang cipto🙂

  4. attena Says:

    Sbenarx seh bkn masalah harganya, qta hrs hemat BBM tp qta hrs tw akibat dr pnggunaanx, bs nyebabin global warming, es d kutub mencair dan bisa2 pulau jawa hanyut trendam air dr kutub….

    Gmn klo qta usul ma pemerintah yg d subsidi part sepeda aja, biar hargany lbh murah…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: