Sepeda Terringan Di Dunia

Sepeda ini di buat oleh Günter Mai (Jerman) yang merupakan hasil riset dan pengembangan proyek sepeda ringannya selama beberapa tahun. Sepeda ini bernama “Spin Bike”. Bobot keseluruhan sepeda ini sangat menakjubkan, yaitu kurang dari 3 Kg! yaitu tepatnya 2967.7 g. Bobot ini hampir sama dengan bobot tas ransel yang saya bawa sehari-hari berisi laptop, charger, cooler, buku dan perlengkapan lain. Bisa dibilang, saya bisa menggendong sepeda ini di atas sepeda saya. Hampir semua bagian sepeda ini dibuat custom dan \menggunakan bahan Fiber Carbon yang sudah banyak menjadi pilihan produsen sepeda karena bobot yang ringan dan kuat. Meski sangat ringan, sepeda ini tidak diperuntukkan balap sepeda karena dalam balap sepeda, tidak hanya sepeda ringan saja yang dibutuhkan, melainkan kekakuan frame, tingkat kestabilan, aerodinamika dan komponen lain masih terbuat dari bahan metal, hal inilah kadang harus ada kesesuaian antara bobot dengan performa yang berakibat bobot menjadi tidak sangat ringan.
Sepeda ini diakui terringan di dunia ketika tampil di acara Interbike 2010 Las Vegas, America.

Spesifikasi Spin Bike:

Rahmen / Frame: SPIN custom made 642,5 g
Gabel / Fork: THM Scapula SP Tuned custom made 185,9 g
Kurbelsatz / Crankset: THM Clavicula Compact custom made 298,0 g
Lenker / Handlebar: Schmolke-Carbon TLO custom made 111,3 g
Sattel/Stütze / Saddle/Seatpost: Schmolke-Carbon TLO custom made / Speedneedle 75,1 g
Laufräder / Wheels: Lew Pro VT-1 custom Boron 709,6 g
Reifen / Tires: Tufo 200,1 g
Schnellspanner / Quick releases: Tune Skyline 16,3 g
Vorbau / Stem: Nordischer Rahmenbau CfK-stem 53,8 g
Steuersatz / Headset: Integrated 23,4 g
Ahead-Kappe / Ahead-Cap: Carbon 0,2 g
Lenkerband / Bar tape: Foam rubber 5,0 g
Bremshebel / Brake levers: Record modified 86,5 g
Bremsen / Brakes: AX-Lightness Orion SL modified, BTP brake shoes 71,6 g
Schalthebel / Shifters: BTP Carbon 9,0 g
Umwerfer / Front derailleur: Record / BTP 28,5 g
Schaltwerk / Rear derailleur: Huret / BTP / Stefan Schäufle 40,7 g
Kettenblätter / Chainrings: Patrick Gunsch 50 / Fibre-Lyte 36 53,8 g
Kettenblattschrauben / Chainring Bolts: Alu 8,2 g
Kassette / Sprockets: Alu modified, 6sp 11-16 34,7 g
Kassettenspacer / Cassette Spacer: Teflon 3,8 g
Abschlussring / Cassette lockring: Alu modified 3,4 g
Kette / Chain: KMC X-10 SL 214,8 g
Pedale / Pedals: Aerolite Titan modified 54,8 g
Sattelklemmschelle / Seatpost Collar: BTP Carbon 2,9 g
Züge & Hüllen / Cables & housing: Powercordz & pneumatic hose 15,6 g
Tretlagerkabelführung / BB Cable Guide: Record 2,2 g
Verschiedenes / Miscellaneous: Tire glue, air, grease 16,0 g

Read the rest of this entry »

Bersepeda Bagai Bertahan Hidup

BICYCLE CLOWN BRIGADE "TICKETS" POLICE CAR(S) ILLEGALLY PARKED IN THE 2nd AVENUE BIKE LANE (ppolnews.com)

127 Hours, Cast Away, Resident Evil: After life, The Road merupakan jajaran film ber-genre survival yang menarik ditonton. Entah itu based on true strory atau fiksi. Film-film itu seakan mengajarkan pada kita bagaimana cara bertahan hidup ketika terdesak suatu kondisi. Ya, seperti halnya ketika kita bersepeda sehari-hari. Kita harus bertahan hidup dari ‘pemangsa’ jalanan. Mungkin agak lebay jika saya sebut pemangsa, tapi memang mirip. Di jalanan seolah kita membuat sebuah rantai makanan yaitu: pejalan kaki dan pesepeda dimangsa pengendara motor, pengendara motor dimangsa pengendara mobil, pengendara mobil dimangsa kendaraan yang lebih besar (misal; bus). Aksi saling srobot, saling pepet seolah manuver wajib disetiap harinya.

Sedikit cerita keseharian saya bersepeda;

Pagi hari mulai berangkat kerja ketika sampai di gapura komplek, sudah agak susah untuk keluar karena kendaraan bermotor melaju kencang padahal bukan jalan besar lho. Ketika masuk ke jalan utama, mode survival pun diaktifkan Smile. Dipepet bus kota atau taxi yang berlomba mendapatkan penumpang tanpa melihat kondisi sekitar. cari makan ya cari makan tapi gak usah nyikut orang yang berangkat cari makan juga bung!.
Sedang asik di lajur sepeda, ada mobil parkir disitu alhasil harus menghindar ke kanan, kalau yang dari belakang sigap sih aman saja tapi jika sedang lengah, srempetan tak terhindarkan. Agar tetap selamat, saya harus sangat lambat atau berhenti untuk memastikan aman untuk menghindar ke kanan.
Maksud hati tertib lalu lintas di lampu merah tepat di atas ruang tunggu sepeda, tapi ketika lampu berganti hijau bahkan belum, beberapa kendaraan ‘asik’ membunyikan klakson. Akselerasi sepeda tergantung kekuatan pengendaranya jadi wajar jika agak lambat. Lalu, apa gunanya ruang tunggu sepeda yang ada di setiap baris depan lampu pengatur lalu lintas?
Obstacle terakhir adalah menyeberang atau pindah lajur. Karena sepeda termasuk kendaraan lambat, jadi harus berjalan di sisi kiri padahal saya akan belok ke kanan jadi harus perlahan-lahan pindah lajur sisi kanan kemudian berbelok. terilahat mudah memang, tapi tidak. Kendaraan bermotor melesat kencang setelah lampu hijau menyala, ironisnya disitu ada zebra cross dan kawasan perbelanjaan, sekan tak kenal ampun untuk terus melaju menjadi yang terdepan. Maka, harus menunggu ada jeda atau belas kasihan dari motorist yang memberi kesempatan untuk menyeberang. Mungkin perlu dibuat zebra cross untuk pesepeda?
Akhirnya sampai kantor, tapi penderitaan belum berakhir. Parkir sepeda yang semula sudah baik malah ditata sangat berdempetan tak ada ruang bahkan saling disenderkan satu sama lain. Ya.. alih-alih hemat tempat untuk parkir motor. Hadeh… Annoyed
Sebenarnya tidak di kantor saja melainkan ketika berbelanja di toko atau pusat perbelanjaan lain, biasanya hal serupa terjadi. Apa mungkin tidak dikenakan biaya parkir? seandainya dipungut disamakan sepeda motor, saya juga rela kok. Asal perlakuannya sama baiknya.

Maka dari itu, kita harus pandai-pandai mencari celah untuk selamat sampai di tujuan karena rambu lalu-lintas adalah ornamen kota, sedangkan marka jalan adalah karya seni mural.

Jadi takut bersepeda? tidak, asal kita berhati-hati maka akan selamat. Semua sudah diatur yang di Atas.
Selamat bersepeda kawan Peace

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 203 other followers