Perlukah kita mengajak teman kita yang belum bersepeda untuk mulai bersepeda? menurut saya tidak juga, dalam arti tidak secara langsung. Memiliki teman sesama pesepeda sungguh nikmat apalagi jumlahnya yang semakin banyak. Tapi, ada beberapa alasan kenapa saya tidak pernah mengajak bersepeda secara langsung kepada teman-teman saya? (kalau di blog lain lagi
). padahal saya setiap hari menggunakan sepeda sebagai alat transportasi tempat tinggal ke kantor juga tempat lainnya.
Mengajak secara langsung atau secara frontal justru akan menimbulkan rasa antipati kepada anda. misalnya; “Ayo bersepeda, biar sehat dan go green” maka biasanya akan terlontar anggapan bahwa sok hidup sehat, sok peduli lingkungan, biar terlihat keren atau hanya karena lagi ngetrend saja. Ya, sering hal-hal seperti ini saya alami.
Saya menyiasatinya hanya dengan ekspresi wajah dan gerak tubuh saja. contohnya, setiap sampai di depan kantor, saya bunyikan bel sembari senyum ke pak Satpam atau teman kerja dan menyapa dengan semangat “Halo, selamat pagi pak!”. Bisa juga bergurau pura2 mau menabrak teman dari belakang dan ngepot (ini hanya utk teman akrab lho). Ada juga ketika waktu pulang biasanya ditanya, habis kerja mau kemana? saya jawab, “mau gowes dulu sebentar mumpung lagi cerah nih n lanjut berburu kuliner” atau “mau kumpul dan gowes bareng sama teman2 sepeda di bunderan”.
Ternyata, hal-hal seperti itu yang membuat mereka (teman belum bersepeda) tertarik untuk memulai bersepeda. Seakan-akan kita menunjukkan bahwa bersepeda itu membuat semangat dan bugar tiap hari.
Cara di atas tadi menurut pengalaman saya lebih efektif. Biasanya akan dimulai dengan pertanyaan kalo gowes dimana?, harga sepeda berapa ya?, aku pingin tapi gak ada teman? dll. saat itu lah kita baru mengucapkan “Ayo bersepeda aja dulu pakai sepeda seadanya, nanti aku temenin deh. Ya itung2 hilangin stress n syukur2 bisa nambah sehat”. Sekian.
Anda punya cara lain?
foto: http://wwbpa.org




